Selasa, 13 September 2011

Ajarkan Anak Yang Dapat Ampaw Untuk Zakat

Pagi yang cerah dan rasa kantuk pun mulai menyerang. Sudah sepagi ini bahkan sampai siang hari ini sudah tiga rumah dimasuki Bu Sinta dengan keluarganya dalam rangka berlebaran. Anak-anak Bu Sinta yang berjumlah 4 orang sudah mulai terlihat lelah, walaupun dibalik matanya terdapat senyum berbinar dan masing-masing anak nampak menunjukkan sikap yang manis di hari raya Idul Fitri ini.
Hari pertama Idul Fitri nampak sebagai hari keluarga. Semua anak ikut apa kata orang tuanya dan ikut pergi kemana saja yang diinginkan orang tuanya tanpa membantah. Subhanallah, kenapa spesial menurut saya, karena terlihat kumpulan manusia dengan keluarganya berpakaian indah dan rapih berjalan hilir mudik tidak mengenal lelah dengan kegembiraan yang tidak terlukiskan, lalu mengunjungi keluarga, sahabat dan kerabat dan semua anak nampak bersikap santun dan duduk tenang.  Padahal di waktu yang lain jarang sekali anak-anak melakukan hal itu, yaitu mau diajak bepergian mengunjungi sanak saudara yang dekat maupun yang jauh, yang baru dikenal maupun sudah lama kenal, dan semua terlihat tersenyum bahagia. Kalimat-kalimat yang ramah dan manis terdengar dimana-mana, disela-sela makan yang menyenangkan hati siapa saja, dan pada hari itu  istilah diet tabu dikumandangkan siapa saja baik ayah, ibu dan anak-anak semua bergembira.

Senin, 15 Agustus 2011

Lima Pola Asuh Baru untuk Perkembangan Anak

SETIAP orangtua tentu menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya. Hal itu dapat dicapai dengan menerapkan pola pengasuhan positif terhadap buah hati mereka.

Di Amerika Serikat, berkembang sebuah kampanye 'five-a-day' untuk perkembangan anak, yang berasal dari sebuah wadah pemikir bernama Centre Forum. Kampanye itu berisi lima hal penting yang harus dilakukan setiap orangtua terhadap anak-anaknya, yaitu:

Membaca untuk anak selama 15 menit
Otak anak-anak mempelajari bahasa jauh lebih mudah pada tahun-tahun awal. Selain itu, paparan kata-kata yang berbeda sebanyak mungkin juga membantu membangun kosakata mereka.

Bermain di lantai bersama anak selama 10 menit
Bayi biasanya berusaha berinteraksi melalui ocehan dan gerak tubuh. Orangtua harus mendorongnya dengan bermain pada tingkat fisik mereka, yaitu di lantai.

Rabu, 03 Agustus 2011

Ketika Zahra Kecil Ingin Menjadi Sebuah Laptop

“Mana mama..?” Bu Euis bertanya dengan lembut pada Zahra kecil yang manis berkerudung dengan renda indah namun nampak jelas bahwa kerudung itu terstrika dengan asal-asalan alias tidak licin. Namun kemanisan wajah Zahra yang berusia 7 tahun tidak mengurangi keinginan Bu Euis untuk menjawil pipinya sedikit.
Zahra memang anak yang manis, dan berperangai lembut, dia suka menyendiri dan bercakap-cakap sendiri entah dengan siapa di pojok kelas. Menurutnya di rumah juga bila semua orang sibuk, “aku sudah bisa mengajak semua benda becakap-cakap, ada pintu yang besar dan gagah dan melindungiku dengan tertutup kuat, ada juga tempat tidur berseprai putih yang membuatku nyaman dan selimut yang menutupiku dikala aku kedinginan. Selain itu ada juga boneka-boneka yang pastinya berbicara dan berdansa sendiri bila malam hari aku tidur, maka itu Bu Euis aku tidur cepat, seperti yang bu Euis sarankan, yaitu setelah sholat Isya, agar Zahra bisa memberi kesempatan bagi semua mainannya untuk bangun, main dan berkeliling ruangan ketika

Jumat, 01 Juli 2011

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

“Malas ah sama Ayah, menuduh terus, Rina gak ikut ya bu, mau di rumah saja,” Jawab Rina malas ketika Ibu mengatakan bahwa liburan kali ini Ayah sudah punya acara akan mengajak anak-anak semua sekeluarga ke Jogja dan Bali Seminggu. “Haah…seminggu?! lama amat, gak ah, gak ikut, aku kan ada pertandingan bola antar kecamatan, aku juga sudah menyiapkan baju dan kalau aku gak ikut, gak enak dong sama teman-teman,’’ sergah Anto dengan wajah kesal, mendengar rencana Ayah tentang berlibur bersama keluarga ketika liburan tiba.
 
“Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bicara sama anak-anak, mereka gak menghargai apa yang sudah kita rencanakan,” Ibu merajuk di telpon pada Ayah.
 

Selasa, 21 Juni 2011

Cita-Citaku : Menjadi Anggota DPR

Hari Nasional biasanya di sekolah-sekolah menganjurkan anak-anak untuk memakai pakaian yang berbeda dengan judul occupation day. Pakaian yang digunakan biasanya menunjukkan latar belakang daerah masing-masing, dan juga ada beberapa anak yang menggunakan pakaian sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan ketika mereka sudah besar nanti. Walau yang sudah kita ketahui seringkali cita-cita kita waktu kecil berbeda total dengan pekerjaan kita ketika sudah dewasa.
Semua anak menunjukkan tangannya dengan yakin dan bangga, ketika sang guru disekolah menanyakan apa cita-cita mereka kalau sudah besar nanti. Walau sebetulnya mereka tidak paham, apa itu pekerjaan sang pilot, apa pekerjaan seorang nakhoda kapal, sulitnya pekerjaan menjadi prajurit, tentara, polisi, dan lain-lain.

Kamis, 09 Juni 2011

Guruku Sayang Yang Bau Bawang

“Assalamu’alaikum ustadz, maaf nih anak saya masuk sekolah jam 12.30, kalau tidak keberatan setelah ustadz mengajar ngaji anak saya, tolong dia diantar ke sekolahnya, kebetulan saya tidak bisa kesana, karena saya masih terjebak macet di depan pertigaan plaza bukit tinggi, jazakallah yaa usatdz.. terima kasih banyak, maaf merepotkan..” demikian pak Dedy meminta tolong pada sang ustadz yang merupakan guru ngaji anaknya dimana si anak memang setiap hari ikut kelas membaca Al Quran di sebuah rumah di samping masjid Al muhajirin. Sang ustadz memang terkenal di komplek rumah mereka dan anak-anak yang mengaji di rumahnya selalu senang karena ustadznya baik sekali, tidak pernah marah dan di depan rumah ustadz ada pohon jambu yang bila berbuah semua anak boleh memanjat pohon dan makan jambu sepuasnya. Jambunya manis dan ustadz tidak marah bila anak-anak makan jambu dan tidak mengaji lagi karena sakit perut. Dengan lembut ustadz biasanya mengganti sesi membaca iqro dengan bercerita mengenai kisah perjuangan para sahabat, dan cerita ustadz sungguh memukau. Rasanya waktu cepat berlalu bila ustadz sudah mulai dengan ceritanya yang membawa anak-anak seakan-akan hidup pada zaman para sahabat nabi dan bertemu langsung dengan mereka. Subhanallah..
      

Anak-anak hasil didikan Ustadzah Yoyoh

“Abi, ini perjalanan umi yang terakhir,“ demikian ungkapan Ustadzah Yoyoh pada suaminya yang  tercinta Ustadz Budi Darmawan  yang kemudian dijawab, ”istighfar mi.“ Lalu Ustadzah Yoyoh berisitighfar dan kemudian mengucapkan kalimah syahadat… sesaat sebelum ambulance dari RS Mitra Keluarga Plumbon Cirebon datang dan tak lama kemudian Ustadzah Yoyoh, ibu yang solihat dari 13 anaknya menghembuskan nafas yang terakhir, meninggalkan anak-anaknya dalam cinta pada Ilahi Robbi. Beliau yakin anaknya ada yang mengasuh dan beliau yakin bahwa anaknya akan ada dalam genggaman sang pencipta yang maha pengasih  lagi maha penyayang (surah Al Fatihah : 3).
      

Kamis, 12 Mei 2011

Televisi Sebagai Guru

  “Ayoo Dina, coba lihat sini..” seorang ibu dengan sangat lembutnya mencoba untuk mengalihkan perhatian anaknya pada televisi dan mengajak sang anak bermain bola di luar rumah. Namun anak perempuan kecil yang berusia 3 tahun, dengan kuncir dirambutnya dan pipi merah meronanya hanya menggeleng dan berusaha menjauhkan dirinya dari sang ibu yang terus berusaha mengajak sang anak dengan setengah memaksa, lalu, “akhh anak ini, nonton televisi melulu, “ gumam sang ibu. “ Noooo, I don’t want, go, go, goo..” teriak sang anak dengan bahasa Inggris yang cukup fasih.
        

Perlukah Mengajar Anak Membeli Jeruk

Biasanya ini terjadi di masyarakat perkotaan, anak berusia 15 tahun pandai mengarang, menghitung dan juara kelas pula, serta diikutkan oleh ayah dan ibunya les ini itu. Seringkali pula ia menjadi kebanggan orang tua dalam pertemuan keluarga maupun pertemuan dikalangan bisnis sang ayah karena sang anak tampan rupawan, bersih dan santun serta dibanggakan sebagai juara kelas di sekolahnya sehingga mengundang pujian dan membanggakan keluarga. Namun ada satu yang terlupa, kehidupan yang dibawa dan diajarkan tidak mengarahkan anak untuk mahir dalam melakukan hal-hal yang seringkali tidak terpikir oleh seorang ayah atau ibu dalam mendidik anaknya, yaitu membeli jeruk.
          

Ketika Sekolah Ideal Itu Kudapatkan

Sangat susah mencari sekolah ideal. Dimana-mana sekolah menawarkan yang terbaik, dan setiap sekolah ternyata setelah dikaji ulang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebetulnya yang dicari orang tua itu apa dan bagaimana tergantung dari pada ekspektasi dan harapan orang tua pada sang anak itu sendiri sesuai dengan latar belakang keluarga, pendidikan dan agama orang tua si anak.
      

Jumat, 06 Mei 2011

Mereka, Yang Bisa Mengantarkan Kita ke Syurga!

SEBUAH berita kecil membuat para orangtua Indonesia kaget bukan kepalang. Seorang siswi kelas 1 SMK di Surabaya, diringkus anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya lantaran diduga telah menjual temannya untuk dijadikan pekerja seks (WTS). Bayangkan, remaja berusia 15 tahun itu telah berani menjadi mucikari  dengan memberikan iming-iming bayaran tinggi jika temannya mau menjadi anak buahnya di bisnis prostitusi.
Sebelumnya, berita cukup menyedihkan datang dari Komnas Perlindungan Anak dan BKKBN ( Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional )  yang melakukan penelitian tentang Perilaku Seksual Remaja SMP dan SMU tahun 2009. Hasilnya tak  kalah menyedihkan. “Tingkat keperawanan remaja Indonesia masih mengkhawatirkan”.

Selasa, 03 Mei 2011

Hanya Mau Berteman dengan Satu Orang

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.
 
Mam Fifi yang mudah-mudahan dirahmati Allah, Putri saya sekarang duduk di kelas IV SDIT, untuk prestasi sekolah Alhamdulillah putri kami menduduki ranking 1. Paralel, yang menjadi persoalan adalah masalah pergaulan putri kami dengan teman-temannya,  dimana putri kami hanya mau berteman dengan satu orang saja yang dianggap paling cocok dengannya.  Dan hal ini terjadi sejak putri kami duduk dikelas I dia punya teman yang akrab hanya seorang selama 2 tahun, begitupun setelah kenaikan ke kelas 3 dan ke kelas 4, dia hanya mau berteman dengan seorang saja.
 
Arief Riadi –
 

Sad Husband

Assalamu'alaikum ibu Fifi..
 
Sudah lama saya ingin sharing, bertanya dan memohon pencerahan disini, baru sekarang terwujud. I dont know how to start, let's start with this statement yang baru saya hadapi baru-baru ini dari istri saya :
1."Coba kamu dua hari saja gak usah kerja, dirumah ngurusin anak dari pagi sampai malam mereka tidur, pengen tahu aku..!" "Aku mau maen dong, refreshing.."
2."Aku aja cuek ama diriku, ngapain aku mesti peduli ama anak-anak? Biar aja mereka main sendiri"
Kedua statement itu keluar dari bibir istri saya, dipagi hari sebelum saya berangkat kerja. Saya Istighfar dalam hati, dan sepanjang perjalanan kekantor pikiran dan hati saya gelisah dan kaget sekali serta marah. Kami punya dua anak, laki-laki 3,5thn & perempuan 2,5thn. Istri saya fulltime housewive dan saya fulltime worker. Istri saya mengenakan Hijab (ALhamdulillah) 30thn, saya 38thn. Saya bahagia sekali karena memiliki kehidupan yang buat saya sudah lengkap, walaupun kami masih kontrak rumah.
Istri saya memiliki karakter dan pribadi yang keras hati, dan itu sudah saya tahu sebelum menikah dan sudah dibicarakan, bahkan dia berjanji akan lebih baik setelah menikah. Namun saya sadari, karakter dan kepribadian seseorang sangat sulit untuk dirubah,karena itu sudah nempel sejak lahir apalagi diperkuat dengan faktor gen dari ibunya yang juga sama-sama keras hati dan sangat dominan.
Berkaitan dengan statement istri saya diatas, saya mohon pencerahan dan pemikiran ibu tentang apa yang terjadi, dan bagaimana saya menghadapi ini, apa yang harus saya lakukan. Sebagai gambaran untuk ibu, sejak anak-anak lahir saya sangat excited sekali. Bahkan saya yang sering memandikan, memberi makan, mengajak bermain, mengajari hal-hal baru dan lain-lain. Sebelum berangkat kerja atau sore hari kalau saya dirumah, anak-anak pasti saya yang mandikan. Sabtu minggu saya ajak anak-anak bermain, naik busway, ke monas  dan lain-lain tanpa istri saya. karena istri saya orangnya pasive dan tidak menyukai outdoor activity (sering saya bujuk tapi tidak berhasil). Saya juga menyuapi makan anak-anak, mengganti pampers, menenangkan anak bila sedang nangis, marah dan lain-lain. Seperti saya bilang diatas, istri saya keras hati dan egois. Saya perhatikan dia suka bicara kasar dan bicara dengan nada tinggi kepada anak-anak, walaupun tidak memukul (yang saya ketahui). Cara bicara kasar itu turunan dan didikan ibunya, sudah sering saya ingatkan. Setiap saya ingatkan/nasehati dgn baik-baik, dia pasti marah dan tersinggung.  Saya selalu ingatkan dia, untuk memberi contoh yang baik dan mulai mendidik anak, karena saya yakin anak-anak pasti seharian didiamkan oleh dia atau dibentak-bentak. Bahkan saya suka ingatkan dia untuk rajin membaca AlQuran dan beri contoh atau ajarkan anak-anak untuk mulai mengenal Al Quran. Dia malah asik membaca novel, dan dia mengkoleksi novel-novel tebal bahkan lebih tebal dari Al Quran. Walhasil saya sempatkan Sabtu Minggu saya kenalkan dengan doa atau surat-surat yang singkat.
Ibu Fifi, saya mohon sekali pencerahan dan pemikiran ibu. Apa yang harus saya lakukan kepada isttri saya. kadang terlintas dipikiran saya untuk mengambil keputusan besar. Masih banyak yang ingin saya share dan saya perlu input dan pencerahan. Walaupun saya selalu sempatkan berdoa dan berdzikir, secara manusiawi saya perlu mendapatkan input.
 
Terima kasih.
 
Hamba Allah
 

Cara Mendidik Adik Ipar Perempuan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bunda,
 
Saya sudah menikah 6 bulan dan belum di amanahi titipan Allah. Suami saya memiliki tiga adik perempuan dan ayah parent, karna ibunya sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Adik di bawahnya suami sudah menikah, tapi sejak awal saya tidak suka dengan sikap, perbuatannya yang seperti anak malam (pergi malam pulang pagi, itupun dia pergi dengan teman-temannya) dan mungkin pengaruh kurang didikan dari pihak perempuan. Sejak awal saya sudah mengeluhkan sikap adik ipar saya yang begajulan itu, tapi suami saya hanya bilang "biar saja nanti akan sadar sendiri" (sebenarnya saya lega karna saya tidak diminta untuk mengurusi adik ipar itu karna sikapnya yang begajulan lagian dia juga sudah punya suami). Karna saya melihat adik ipar saya seperti itu, saya takut dua adiknya akan seperti Kakaknya. Ohya Bunda, dua adik ipar saya itu kelas 4 dan kelas 1 SD. Awalnya saya bisa menghandel mereka, tapi setelah saya nikah, saya kesulitan mengontrol emosi saya. Saya itu orang yang disiplin, peraturan dirumah sudah saya beritahukan tapi kalau kelupaan trus saya akan marah pada mereka. dua adik ipar saya ini pendiam, untuk yang kelas 1 ini (seharusnya sudah kelas 3 tapi dulu tidak mau sekolah dan Alhamdulillah sekarang mau sekolah) ngambeknya gede, kalau keinginannya tidak di penuhi dia akan nangis. Tapi sangat di sayangkan, ayah mertua dan suami malah menurutinya agar tidak nangis lagi. Dan adik ipar saya yang kelas 4, alhamdulillah mendingan dari pada adiknya. Tapi kalau di bilangin kadang di anggap sepele Bunda, tapi lebih pendiam di banding adiknya. Kalau adiknya masih mau ngomong walaupun kalau di tanya saja sama saya, tapi kalau dengan suami saya mereka akan bercerita panjang lebar. Yang mau saya tanyakan Bunda,
1.  Bagaimana cara saya mengontrol emosi (sebenarnya ada masalah pribadi antara saya dengan ayah mertua saya, terkadang jadi terbawa saat memarahi mereka) ?
2.  Bagaimana cara mendidik adik-adik ipar saya yang pendiam ini?
Jujur untuk melakukan pendekatan dengan mereka saya agak segan karena masalah pribadi saya dengan ayah mereka Bunda.  Rumah saya dengan mertua lumayan jauh.
Adik-adik suami datang hanya untuk menginap, karena saya dan suami adanya malam. Dan sekedar menginformasikan kalau suami saya ini bukanlah Kakak kandung mereka, suami saya ini hanya anak angkat sejak bayi.
Terima kasih Bunda atas jawabannya dan maaf jika terlalu panjang.
 
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
 
Wirda
 

Khawatir dengan Pengaruh Keluarga Istri

Rumah kami berdekatan dengan mertua. Dan mertua serta ipar-ipar saya sering ke rumah saya. Yang menjadi masalah ipar-ipar saya sering berbuat dan berkata tidak baik. Demikian pula dengan mertua saya, bahkan sering bertengkar dengan anak-anaknya di rumah saya yang membuat ketenangan kami terganggu, bahkan tak jarang anak saya yang masih kecil terbangun dari tidurnya. Saya sebenarnya ingin pindah rumah, tapi istri saya tidak ingin jauh dari orang tuanya dengan berbagai alasan. Penghasilan kami juga pas-pasan tapi istri saya sering membantu keuangan keluarganya yang terkadang bukan urusan penting yang membuat kami sering kekurangan. Bagaimana saya mengatasinya???
 
Abdullah
 

Rabu, 06 April 2011

Hanya Mau Berteman dengan Satu Orang

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.
 
Mam Fifi yang mudah-mudahan dirahmati Allah, Putri saya sekarang duduk di kelas IV SDIT, untuk prestasi sekolah Alhamdulillah putri kami menduduki ranking 1. Paralel, yang menjadi persoalan adalah masalah pergaulan putri kami dengan teman-temannya,  dimana putri kami hanya mau berteman dengan satu orang saja yang dianggap paling cocok dengannya.  Dan hal ini terjadi sejak putri kami duduk dikelas I dia punya teman yang akrab hanya seorang selama 2 tahun, begitupun setelah kenaikan ke kelas 3 dan ke kelas 4, dia hanya mau berteman dengan seorang saja.
 
Arief Riadi –
 

Senin, 21 Maret 2011

Keajaiban ASI

Setiap tahun di Indonesia lahir sekitar lima juta bayi. Seandainya mereka semua memperoleh air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan, sekitar Rp 18 triliun dapat dihemat dan digunakan untuk ongkos pendidikan.

Bayi yang kemerahan itu baru saja dipotong ari-arinya. Tangisan pertamanya yang melengking langsung berhenti ketika ia ditelungkupkan di dada ibunya. Makhluk kecil itu merambat perlahan. Kakinya melengkung seperti sedang menanjak. Sejenak gerakannya terhenti, dan matanya terbuka. Secara refleks, ia menatap mata sang ibu. Mulutnya pun terbuka. Ia menciumi dan menjilati kulit ibunya. Dan, ia pun merambat menuju ”sumber kehidupan,” puting susu sang ibu....

Beda Kacang Panjang dan Celana Panjang

“Sekolah hari ini ya nak?“ bujuk ibu pada Rayhan yang langsung meronta dan menggeleng keras. Sambil membawa piring bersisi ayam goreng dan nasi uduk, Rayhan yang berusia 8 tahun, berjalan cepat menghindari ibunya yang membujuk terus dengan kasih sayang. “Gak mauuuu.. ibu.. ibu mengerti tidak bahasa Indonesia,“ jawab Rayhan lucu dengan mulut yang dimonyongkan dan kepala gundulnya yang berambut seperti duri-duri landak yang belum lama dicukur, membuat ibu mencubit pipinya lembut karena gemas dengan wajahnya yang lucu.
          

Kamis, 10 Maret 2011

Katakanlah Walaupun Pahit

‘’Dodi... ayo sini, ini bi Ema belikan kertas gambar, pensil dan buku gambar kosong. Bibi lihat kamu pandai menggambar, juga senang mengambar apa saja, sekarang kembangkan kreativitas kamu dengan menggambar dari contoh yang sudah ada polanya,” ucap bi Ema panjang lebar kepada Dodi disaat ada kesempatan bagi Dodi untuk menginap dirumah bi Ema.
Sampai saat ini bi Ema tidak mempunyai anak. Adik bungsu dari ibunya Dodi ini adalah seorang guru yang sudah 20 tahun menjadi guru SD. Wajahnya selalu ceria, garis senyum di bibirnya begitu membekas dihati siapa saja, yang berjumpa dengannya. “Ini juga boleh untukmu, ya Fitri,” sapa bi Ema kepada adiknya Dodi yang nampak hanya diam termangu menerima kertas yang masih polos berwarna putih. ”Untuk menggambar apa saja yang kamu sukai, kamu boleh pinjam peralatan tulis ka dodi yang bi Ema belikan,” terang bi Ema pada Fitri.

Belajar Menghargai Uang

  “Kamu mau jualan apa In,” demikian Aisyah bertanya kepada Ina kawan sekelasnya.“Aku masih bingung, mis Asih bilang sebaiknya aku berjualan jeruk peras, cuma aku pernah kesakitan waktu memeras jeruk, karena aku lupa ada luka ditanganku dan perihnya bukan main, juga aku melihat banyak semut yang mengerubungi meja jualanku, sehingga aku takut dan rasanya gak enak deh kalau mau jualan makanan,” Ina menjawab dengan tangkas.
           

Senin, 28 Februari 2011

ASI, Modal Sederhana tapi Ampuh Bagi Masa Depan Si Kecil

Kini, termos wadah air panas, susu formula dan dot dalam tas jinjing menjadi semacam perelengkapan dalam prosedur standar operasi (SOP) para ibu yang memiliki balita. SOP itu pun perlu dilakukan walau hanya sekedar berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan.

Report dan tidak praktis, tapi sudah menjadi kelaziman di zaman modern. Sebenarnya ibu yang memiliki balita tidak perlu serepot itu.

Rabu, 16 Februari 2011

Biaya Pendidikan Mahal? Rencanakan Mumpung si Upik Masih Kecil

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Ida Ruwaida Noor MSi mengingatkan orang tua agar merencanakan pendidikan anaknya sejak jauh hari. Dengan begitu, ketika waktunya tiba, orang tua dapat terhindar dari kepanikan finansial. “Rencanakan alternatif sekolah anak, ke institusi pendidikan seperti apa yang diinginkan,”

Ida melihat kebanyakan orang tua masih belum banyak yang serius merencanakan kelangsungan pendidikan putra-putrinya. Hal yang sama terjadi di sektor kesehatan keluarga. Dana keluarga lebih besar teralokasikan untuk konsumsi yang tidak mendesak semisal untuk busana dan rokok. “Atur kembali prioritas anggaran rumah tangga Anda,” sarannya.

Senin, 14 Februari 2011

Katakanlah Walaupun Pahit

‘’Dodi... ayo sini, ini bi Ema belikan kertas gambar, pensil dan buku gambar kosong. Bibi lihat kamu pandai menggambar, juga senang mengambar apa saja, sekarang kembangkan kreativitas kamu dengan menggambar dari contoh yang sudah ada polanya,” ucap bi Ema panjang lebar kepada Dodi disaat ada kesempatan bagi Dodi untuk menginap dirumah bi Ema.
Sampai saat ini bi Ema tidak mempunyai anak. Adik bungsu dari ibunya Dodi ini adalah seorang guru yang sudah 20 tahun menjadi guru SD. Wajahnya selalu ceria, garis senyum di bibirnya begitu membekas dihati siapa saja, yang berjumpa dengannya. “Ini juga boleh untukmu, ya Fitri,” sapa bi Ema kepada adiknya Dodi yang nampak hanya diam termangu menerima kertas yang masih polos berwarna putih. ”Untuk menggambar apa saja yang kamu sukai, kamu boleh pinjam peralatan tulis ka dodi yang bi Ema belikan,” terang bi Ema pada Fitri.

Ternyata Kesulitan Anak-anak Autis Terbawa Sampai Remaja

STUDI terkini jurnal Neurology menyebutkan anak-anak penyandang autis kesulitan untuk menulis dengan rapi. Ironisnya, kesulitan itu diprediksi terus terjadi hingga menginjak usia remaja.


Penelitian American Academy of Neurology melibatkan 24 anak perempuan dan laki-laki berusia antara 12 dan 16 tahun. Separuh dari kelompok itu mengalami gangguan spektrum autisme dan semua remaja itu mendapat penilaian dalam kisaran normal untuk penalaran persepsi pada tes IQ.

Rabu, 09 Februari 2011

Ternyata Makanan Berlemak Bikin IQ Anak "Jongkok"


Orangtua yang ingin anaknya cerdas disarankan untuk mengurangi asupan makanan berlemak, bergula dan mengandung pengawet pada masa tiga tahun pertama usia anak atau biasa disebut golden period.
Sejak dalam kandungan sampai usia tiga tahun, otak bayi mengalami perkembangan sangat cepat. Itu sebabnya nutrisi yang baik diperlukan untuk pertumbuhan otak dan kecerdasan.

Senin, 07 Februari 2011

Mau Rekonsiliasi dengan Istri? Bermainlah dengan Anak Anda


Dalam keluarga di mana ayah bermain lebih banyak dengan anak-anak mereka, hubungan orang tua akan lebih berkualitas. Tapi pasangan yang merawat anak-anak prasekolah mereka bersama-sama mungkin memiliki perbedaan pendapat lebih sering dari pasangan di mana ibu adalah pengasuh utama.

Demikian simpulan penelitian The Ohio State University. Mereka melakukan studi terhadap  112 pasangan di  Midwestern dengan seorang anak berusia 4 tahun. Pasangan menyelesaikan kuesioner yang menanyakan seberapa sering orang tua masing-masing bermain dengan anak dan seberapa sering orang tua masing-masing terlibat dalam kegiatan perawatan, seperti memandikan anak.

Rabu, 02 Februari 2011

Disfungsi Keterampilan Motorik Anak


Keterampilan motorik anak berkaitan dengan aktivitas otot yang memberikan perintah kepada tubuh untuk bergerak. Sejumlah anak ada yang mengalami disfungsi keterampilan motorik akibat gangguan sistem syaraf. Lalu bagaimana tahu jika anak Anda menderita disfungsi ketrampilan motorik?

Adakah Dongeng Sebelum Tidur?

Aktivitas keluarga modern yang dinamis segera memunculkan polemik baru. Salah satunya yaitu punahnya tradisi membacakan cerita kepada anak-anak menjelang tidur.

Sebagian besar orang tua modern condong memiliki kegiatan begitu banyak sehingga tidak memungkinkan untuk membacakan cerita kepada anak-anak mereka.

Sebuah survei di Inggris menyebutkan hanya 60 persen anak-anak yang kini dewasa mengaku pernah dibacakan cerita oleh orang tua mereka. Sekarang, hampir 50 persen orang tua hanya mematikan lampu dan menutup pintu ketika waktu tidur anak-anak tiba.

Senin, 31 Januari 2011

Kelakuan Anak Saat Dewasa Bisa Diprediksi Dari Umur 3 Tahun

Hidayatullah.com--Ciri-ciri anak yang akan tumbuh menjadi seorang pelaku kriminal bisa dikenali sejak usia 3 tahun. Jika di usia tersebut anak belum juga punya kontrol diri, saat dewasa ia punya kecenderungan lebih besar untuk berperilaku negatif.

Tim peneliti gabungan dari Inggris, Amerika Serikat dan Selandia Baru mengungkap hal itu setelah mengamati 1.000 responden yang lahir antara April 1972 hingga Maret 1973. Kontrol diri para responden saat masih berusia 3 tahun dinilai berdasarkan pengakuan para guru dan orang tuanya.

Saat para responden tumbuh hingga usia 30-an tahun, peneliti membandingkan perilakuknya saat itu dengan kemampuan kontrol diri saat masih kecil. Ternyata responden yang kurang mampu mengontrol dirinya lebih banyak yang hidupnya bermasalah.

Jumat, 28 Januari 2011

Hidup Tanpa TV, Mungkinkah?

Banyak orang tua cemas terhadap pengaruh buruk TV pada anak. Sampai-sampai, ada yang tak menyediakan pesawat TV di rumah. Padahal, TV juga bisa menjadi sarana pendidikan, lho. Jadi, mungkin enggak, sih, anak hidup tanpa TV?

'Kenapa tidak?" ujar M. Elisabeth Arman, SPsi, pengajar pada Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Jakarta. Malah menurut Lisa, sapaan akrabnya, kondisi tanpa TV amat ideal buat anak usia batita karena TV belum memberi manfaat pada mereka.

Rabu, 26 Januari 2011

Bosan !!!!!!

“Bosan Mi, rasanya aku ingin mati kebosanan disini, karena tidak ada apa-apa, sementara semua kawan-kawanku main bola atau baca buku cerita, namun semua buku yang aku bawa sudah selesai aku baca, bahkan aku bacanya dua kali.. aku ingin pindah saja yaa Mi dari sekolah asrama ini..!” Demikian Ryan mengeluh kepada ibunya melalui sms. Di asrama Ryan, memang anak-anak tidak diperbolehkan menggunakan atau membawa handphone, namun bila orang tua meminta ijin, biasanya diperbolehkan asalkan handphone disimpan di ruangan administrasi guru yang bersebelahan dengan ruang kepala sekolah, dan hanya boleh dipergunakan pada waktu-waktu tertentu.

Selasa, 25 Januari 2011

Bagaimana menjadikan Siswa Semangat Belajar

“Assalamu’alaikum adikku Evi” sapa salah satu kakakku dari majelis taklim.
“Wa’alaikum salam kak. Ada apa kak, tumben nelpon?”
“Besok ada kegiatan ngga? Kakak mau minta bantuan untuk menggantikan teman kakak sebagai pengawas ujian. Kalau evi mau nanti no HP evi kakak kasih ke beliau. Dia ada urusan yang penting” jawab kakak penuh harap cemas agar aku menyetujuinya.
Berpikir sejenak-kesempatan ini belum tentu datang untuk kedua kali, jadi harus diambil pengalaman yang bermanfaat ini demi ilmu dan wawasan, maka kuberkata padanya dengan optimis, “OK kak. Insya Allah Evi bisa!”

Tarbiyah Anak

Mendidik anak kadang mirip mengasah sebuah pisau. Butuh ketelitian dan kehati-hatian. Kalau tidak, bukan sekadar pisau yang akan menjadi tajam; tangan pun bisa luka tergores.
Setiap ibu ingin punya anak yang saleh. Taat pada Allah, bakti sama orang tua. Kalau anak bisa seperti itu, ibu mana pun akan senang. Selain karena sukses menunaikan amanah Allah, kelak di masa tua pun bisa menenteramkan.
Namun, tidak semua keinginan baik punya jalan gampang. Karena anak bukan seperti mainan lilin yang bisa dibentuk cuma dengan gerakan jari tangan. Ada hal lain yang harus diperhatikan. Butuh kesabaran, juga keteladanan. Hal itulah yang kini dirasakan Bu Cici.
Ibu dua anak ini mungkin di antara mereka yang beruntung. Betapa tidak, Allah menganugerahinya dua anak yang baik dan cerdas. Yang balita sudah bisa baca Alquran, yang di SD hafal tiga juz. Subhanallah.
Namun, kondisi itu tidak bikin Bu Cici berpuas diri. “Masih banyak yang harus dilakukan!” ucap Bu Cici mengomentari ancungan jempol seorang temannya.

Mendidik dengan Hati

Oleh H Amka***   

"Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada per ubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS ar-Ruum [30] : 30).

Pendidikan, galibnya bertujuan sangat mulia, yaitu membentuk manusia menjadi pribadi yang kuat, berkarakter khas, dan akhlak mulia. Dalam konteks Indonesia, tujuan dan fungsi pendidikan telah dirumuskan dengan indahnya dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jumat, 14 Januari 2011

Anak Sulungku

Matanya bekerjap-kerjap dan bibirnya terlihat bergetar, nampaknya anak lelaki berusia 11 tahun itu ingin mengucapkan sesuatu yang sulit untuk diucapkan. Keadaan mencekam yang tercipta pada pagi dingin tadi berlangsung hingga sekarang didalam rumah sehingga membuat suasana tidak nyaman.
Sang ibu terlihat sibuk menyiapkan sarapan dengan tangan yang masih penuh remah-remah roti. Celemek lusuh yang sesekali diangkatnya ke atas untuk menyeka keringat dan wajah masam sang ibu dengan bibir yang tertekuk semakin menyiratkan kegelisahan, membuat sang anak menjadi semakin merasa bersalah dan tidak enak hati atas apa yang terjadi di rumah itu.
              Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, dan sekitar 10 menit lagi akan ada kereta api yang lewat yang akan menolong anak lelaki kecil itu berangkat menuju ke sekolahnya, namun tidak akan cukup waktu baginya untuk tidak datang terlambat ke sekolah sebelum ia berbicara dengan ibunya.
             Dengan kegelisahan yang semakin lama semakin memuncak dan diamnya sang ibu yang sibuk sendiri dengan wajah masam dan mulut cemberut tanpa suara sepatahpun, membuat anak lelaki kecil yang sangat disayanginya dan juga diharapkannya menjadi semakin panik dalam kebisuan yang menyakitkan bagi dirinya.
           

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak


Dalam peristiwa pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki berbagai ciri khas yang membedakan komponen satu dengan yang lain.

Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalani hal bertambahnya ukuran fisik, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain- lain.

Kamis, 13 Januari 2011

Bagaimana Bantu Anak Atasi Rasa Takut


RASA takut yang berlebihan terhadap sesuatu pada anak tentunya akan selalu mengganggu kehidupan si kecil. Bagaimana cara agar anak bisa mengatasi ketakutan tersebut?

Sejatinya normal bagi anak balita Anda memiliki rasa takut. Secara umum, kecemasan adalah kondisi alamiah yang membantu seorang manusia dalam mengatasi sebuah pengalaman baru dan melindungi dari ancaman bahaya. Mulai usia lima tahun, kekhawatiran anak Anda akan beralih dari dunia fantasi (monster dan alien) menjadi kejadian realitas (hewan, serangga, dan bencana alam seperti kebakaran, badai, dan gempa bumi).

Takut pada gelap dan ditinggal sendirian di malam hari, mungkin juga akan terus berlanjut. Berita di media massa tentang kematian, kejahatan, kekerasan, perang, atau bencana alam juga dapat menyebabkan ketakutan pada anak. Di usia lima tahun anak juga akan cemas menyangkut kesehatan orang-orang yang dicintainya jika melihat ada yang sakit, kecelakaan, atau meninggal dalam keluarga.

Awas Berlebihan Manfaatkan IT Bikin Anak Jadi Autis

Anak yang hidup di era kemajuan informasi teknologi (IT) membawa dampak buruk bagi terciptanya kualitas hubungan intrapersonal dengan orang lain. Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto menyatakan, anak sekarang lebih senang memanfaatkan teknologi jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter untuk berkomunikasi dengan orang tua hingga teman sekolah maupun bermain.

"Karena senang memanfaatkan teknologi secara berlebihan maka anak-anak zaman sekarang dalam berkomunikasi tak suka lagi bertatap muka dan bertemu langsung. Tapi, memanfaatkan teknologi jejaring sosial," kata Suyanto saat menutup acara The Second Science Camp SMP RSBI 2011 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/1).

Selasa, 11 Januari 2011

Anak dari Orangtua Yang Cerai Rawan Berprilaku Kriminal

Menurut data, anak-anak dari orangtua yang bercerai tiga kali lebih besar kemungkinannya berperilaku kriminal 

 
Mahligai rumah tangga yang kandas di tengah jalan sudah ada sejak dulu sampai sekarang. Bedanya, dulu suami-istri tetap hidup bersama 'demi anak-anak mereka'. Sekarang lain, paling tidak di Belanda.
 
Mungkin bukan pemecahan yang tepat, karena anak-anak yang orang tuanya bercerai besar kemungkinannya terjerumus kedalam lingkaran kriminalitas. 
 
Menurut data, anak-anak dari orangtua yang bercerai tiga kali lebih besar kemungkinannya berperilaku kriminal dibanding anak-anak sebaya yang orang tuanya tidak bercerai. Demikian hasil penelitian Marieke van de Rakt seorang pakar sosiologi. 

Minggu, 09 Januari 2011

Tipe Susu Formula Pun Pengaruhi Bobot Bayi


Masih enggan menyusui dan memilih memberi susu formula untuk si kecil? Lebih baik untuk berhati-hati mulai sekaran. Tipe susu formula yang diberikan terutama pada bayi sangat mempengaruhi seberapa cepat mereka bertambah bobot, demikian menurut sebuah studi terabru.

Ini penting sekali untuk diketahui, ujar para periset, pasalnya penambahan bobot yang cepat selama satu tahun pertama akan meningkatkan risiko kesehatan bayi tersebut di kehidupannya nanti, mulai dari risiko obesitas, mengembangkan diabetes hingga penyakit lain.

Lupa

Manusia merupakan makhluk yang sempurna karena semua kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Semua kelebihan itu harus disyukuri walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa manusia sudah pasti memiliki kekurangan. Kelebihan yang patut disyukuri oleh manusia diantaranya adalah karena telah diberikan otak dan hati. Otak dan hati manusia merupakan bagian utama yang mampu mengendalikan kestabilan hidup manusia. Otak mampu mengendalikan fisik dan psikis manusia baik sadar maupun tidak.
          Terdapat kaitan yang erat antara otak dan pemikiran. Otak manusia terbagi menjadi otak besar, postnatal, otak tengah, otak tengah, otak belakang, dan otak kecil. Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Pada dasarnya otak mempunyai kapasitas memori yang besar. Oleh karena itu, seharusnya manusia dapat mengingat sesuatu dengan baik.              
          T

Jumat, 07 Januari 2011

Kami Terpacu Ulah Anakku!

Saya menyadari tidak akan hidup selamanya. Saya ingin ketika mati diiringi doa anak-anak yang sholeh dan sholehah

1 Desember 2004 adalah momen penting, di mana saat kehidupan saya berubah. Peristiwa ini terkait dengan kelahiran anak saya, Arvela Yasykhalis Risnandar.

Bertahun tahun tahun sebelumnya, jauh sebelum menikah, saya selalu berdoa kepada ya Allah seperti Nabiyullah Ibrohim as berdoa, "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh." Doa ini aku panjatkan bertahun-tahun, bahkan sebelum aku mengenal istri pujaan hatiku.

"Peluk-Cium" Cara Saudi Atasi Penculikan Bayi

Bayi dilengkapi dengan alat yang akan berbunyi jika terjadi beberapa kesalahan
Meningkatnya jumlah penculikan bayi dari rumah-rumah sakit Saudi beberapa waktu terakhir memaksa pemerintah untuk memikirkan penanggulangannya. "Peluk-Cium" pun dipilih untuk mencegah penculikan bayi.

Sebagaimana dilansir Arab News (5/1), Menteri Kesehatan Dr. Abdullah Al-Rabiah baru-baru ini meninjau ujicoba pelaksanaan sistem baru yang diterapkan di RS. Anak dan Bersalin Jeddah yang terletak di distrik Aziziyah.

Kementerian memperkenalkan sistem baru, setelah beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan jumlah penculikan bayi dan bayi tertukar tidak sengaja di rumah-rumah sakit Saudi.

Kamis, 06 Januari 2011

8 Cara Agar Anak Mandiri

JAKARTA--Mempunyai anak mandiri, siapa yang tak ingin? Anak yang mandiri, artinya dia bisa melayani kebutuhan sendiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Untuk membentuk anak menjadi mandiri, bukanlah hal sulit, asal Anda telaten dn konsisten. Berikut ini kiat membentuk anak mandiri:

1. Awali dengan keterampilan mengurus diri sendiri. Mulai dari makan, menggosok gigi, dan memakai baju sendiri.

2. Berilah waktu untuk bermain bebas di mana mereka bisa mengembangkan idenya sendiri, sekaligus belajar menghibur dan menyibukkan diri sendiri.

3. Bertambah besar, mereka bisa membantu tugas rumah tangga seperti menyiram tanaman atau membuang sampah.

4. Bila semua berlangsung dengan baik, mereka sebaiknya dibiarkan mengatur waktunya sendiri dalam urusan sekolah dan pergaulannya. Orangtua hanya ikut campur bila mereka merasa sang anak melen ceng dari jalurnya.

5. Anak-anak harus diberi tanggung jawab dan dimintai pertanggungjawabannya bila mereka tak memenuhi tugasnya. Ini akan memberi perasaan penting dan mereka akan merasa bahwa orang tua mereka memercayai mereka melakukan tugas itu.

Rabu, 05 Januari 2011

Pijat Bayi Harusnya Dilakukan Orangtua Sendiri


Pijat bayi memang cara kuno, tetapi tetap bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan bayi. Pijatan dan sentuhan pada tubuh mungil bayi Anda juga menjadi ungkapan cinta yang akan mempererat ikatan batin orangtua dan anak. Itu sebabnya para ahli menganjurkan pijat bayi dilakukan oleh ayah atau ibu, bukan diserahkan ke dukun pijat.
Tak hanya orang dewasa yang suka dipijat. Bayi pun perlu dipijat, terutama saat ia rewel yang menandakan ada rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Beberapa orangtua bahkan akan segera membawa si kecil ke dukun pijat bila anaknya jatuh dari tempat tidur, tampak gelisah saat tidur, tidak mau makan, bahkan batuk dan pilek.

Selasa, 04 Januari 2011

Waspadai Sadisme Kartun Anak-anak "Tom And Jerry"

Hampir dipastikan anak-anak di Tanah Air pernah menyaksikan serial film kartun Tom and Jerry. Tapi tahukah Anda para orang tua bahwa film yang mengangkat kisah abadi perseteruan dua makhluk kucing dan tikus berbahaya bagi anak-anak karena menyuguhkan aksi sadisme?

Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa meminta para orangtua terutama ibu untuk mewaspadai tayangan-tayangan merusak seperti yang terdapat pada Tom and Jerry atau film lainnya. “Di sejumlah negara Eropa seperti di Perancis sudah didemo besar-besaran, tapi di Indonesia film itu masih beredar luas,” katanya kepada Republika di Jakarta, Senin (3/1).

Selain itu, ungkap Khafifah yang juga Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, hal lain yang menghawatirkan terutama bagi kaum perempuan adalah kebebasan informasi dan liberalisasi pemikiran yang menyangkut tiga hal pokok yaitu human right, women right, dan reproduction right. Liberalisasi pemikiran tidak ada lagi batasan dan melanggar nilai dan moralitas.

Gizi Dalam Kandungan Ternyata Pengaruhi Kesuburan Hingga Dewasa

Memperhatikan jenis dan gizi makanan si kecil bukan hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang. Kesehatan reproduksi, baik laki-laki maupun wanita ternyata dipengaruhi dengan asupan makanan yang mereka terima sejak awal, demikian menurut riset terbaru dari Universitas Sheffield, Inggris.

Riset yang dipublikasikan di internet bulan ini di Jurnal Ekologi, adalah studi pertama di jenisnya yang menunjukkan bahwa makanan di awal kehidupan bisa berdampak serius pada kesuburan seseorang.

Tipe Susu Formula Pun Pengaruhi Bobot Bayi

Masih enggan menyusui dan memilih memberi susu formula untuk si kecil? Lebih baik untuk berhati-hati mulai sekaran. Tipe susu formula yang diberikan terutama pada bayi sangat mempengaruhi seberapa cepat mereka bertambah bobot, demikian menurut sebuah studi terabru.

Ini penting sekali untuk diketahui, ujar para periset, pasalnya penambahan bobot yang cepat selama satu tahun pertama akan meningkatkan risiko kesehatan bayi tersebut di kehidupannya nanti, mulai dari risiko obesitas, mengembangkan diabetes hingga penyakit lain.

Komisi Penyiaran: Tolong Matikan Televisi Demi Anak Anda

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur mencatat anak Indonesia rata-rata menonton televisi selama 30-35 jam dalam sepekan.

"Jumlah itu lebih besar daripada jam belajar mereka di sekolah," kata anggota KPID Jatim Muhammad Dawud ketika ditemui di Yayasan Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Selasa (4/1).

Oleh karena itu, pria asal Gresik itu menyarankan sekitar 350 orang tua yang ada di yayasan itu untuk membatasi jam menonton anak, meski hal itu terasa sangat sulit.

Senin, 03 Januari 2011

Hindarkan si Buyung dari Kafein, Kenapa?

Kafein mungkin bagus untuk jantung bagi orang dewasa, kalau dikonsumsi secara wajar. namun bagi anak-anak, konsumsi kafein tak dianjurkan. Tiga perempat anak usia 5 sampai 12  tahun yang mengkonsumsi kafein, akan  tetap terjaga  di malam hari, menurut sebuah penelitian baru yang dipublikasi dalam Journal of Pediatrics.

Anak usia 5 sampai 7 tahun yang mengonsumsi sekitar 52 miligram kafein per hari, dan anak-anak usia 8 sampai 12 tahun yang mengonsumsi sekitar 109 miligram, setara dengan hampir tiga kaleng  soda per hari. Itu jauh lebih tinggi daripada jumlah kafein terkait dengan efek pada orang dewasa.