Selasa, 03 Mei 2011

Cara Mendidik Adik Ipar Perempuan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bunda,
 
Saya sudah menikah 6 bulan dan belum di amanahi titipan Allah. Suami saya memiliki tiga adik perempuan dan ayah parent, karna ibunya sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Adik di bawahnya suami sudah menikah, tapi sejak awal saya tidak suka dengan sikap, perbuatannya yang seperti anak malam (pergi malam pulang pagi, itupun dia pergi dengan teman-temannya) dan mungkin pengaruh kurang didikan dari pihak perempuan. Sejak awal saya sudah mengeluhkan sikap adik ipar saya yang begajulan itu, tapi suami saya hanya bilang "biar saja nanti akan sadar sendiri" (sebenarnya saya lega karna saya tidak diminta untuk mengurusi adik ipar itu karna sikapnya yang begajulan lagian dia juga sudah punya suami). Karna saya melihat adik ipar saya seperti itu, saya takut dua adiknya akan seperti Kakaknya. Ohya Bunda, dua adik ipar saya itu kelas 4 dan kelas 1 SD. Awalnya saya bisa menghandel mereka, tapi setelah saya nikah, saya kesulitan mengontrol emosi saya. Saya itu orang yang disiplin, peraturan dirumah sudah saya beritahukan tapi kalau kelupaan trus saya akan marah pada mereka. dua adik ipar saya ini pendiam, untuk yang kelas 1 ini (seharusnya sudah kelas 3 tapi dulu tidak mau sekolah dan Alhamdulillah sekarang mau sekolah) ngambeknya gede, kalau keinginannya tidak di penuhi dia akan nangis. Tapi sangat di sayangkan, ayah mertua dan suami malah menurutinya agar tidak nangis lagi. Dan adik ipar saya yang kelas 4, alhamdulillah mendingan dari pada adiknya. Tapi kalau di bilangin kadang di anggap sepele Bunda, tapi lebih pendiam di banding adiknya. Kalau adiknya masih mau ngomong walaupun kalau di tanya saja sama saya, tapi kalau dengan suami saya mereka akan bercerita panjang lebar. Yang mau saya tanyakan Bunda,
1.  Bagaimana cara saya mengontrol emosi (sebenarnya ada masalah pribadi antara saya dengan ayah mertua saya, terkadang jadi terbawa saat memarahi mereka) ?
2.  Bagaimana cara mendidik adik-adik ipar saya yang pendiam ini?
Jujur untuk melakukan pendekatan dengan mereka saya agak segan karena masalah pribadi saya dengan ayah mereka Bunda.  Rumah saya dengan mertua lumayan jauh.
Adik-adik suami datang hanya untuk menginap, karena saya dan suami adanya malam. Dan sekedar menginformasikan kalau suami saya ini bukanlah Kakak kandung mereka, suami saya ini hanya anak angkat sejak bayi.
Terima kasih Bunda atas jawabannya dan maaf jika terlalu panjang.
 
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
 
Wirda
 

Khawatir dengan Pengaruh Keluarga Istri

Rumah kami berdekatan dengan mertua. Dan mertua serta ipar-ipar saya sering ke rumah saya. Yang menjadi masalah ipar-ipar saya sering berbuat dan berkata tidak baik. Demikian pula dengan mertua saya, bahkan sering bertengkar dengan anak-anaknya di rumah saya yang membuat ketenangan kami terganggu, bahkan tak jarang anak saya yang masih kecil terbangun dari tidurnya. Saya sebenarnya ingin pindah rumah, tapi istri saya tidak ingin jauh dari orang tuanya dengan berbagai alasan. Penghasilan kami juga pas-pasan tapi istri saya sering membantu keuangan keluarganya yang terkadang bukan urusan penting yang membuat kami sering kekurangan. Bagaimana saya mengatasinya???
 
Abdullah
 

Rabu, 06 April 2011

Hanya Mau Berteman dengan Satu Orang

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.
 
Mam Fifi yang mudah-mudahan dirahmati Allah, Putri saya sekarang duduk di kelas IV SDIT, untuk prestasi sekolah Alhamdulillah putri kami menduduki ranking 1. Paralel, yang menjadi persoalan adalah masalah pergaulan putri kami dengan teman-temannya,  dimana putri kami hanya mau berteman dengan satu orang saja yang dianggap paling cocok dengannya.  Dan hal ini terjadi sejak putri kami duduk dikelas I dia punya teman yang akrab hanya seorang selama 2 tahun, begitupun setelah kenaikan ke kelas 3 dan ke kelas 4, dia hanya mau berteman dengan seorang saja.
 
Arief Riadi –