Selasa, 13 September 2011

Ajarkan Anak Yang Dapat Ampaw Untuk Zakat

Pagi yang cerah dan rasa kantuk pun mulai menyerang. Sudah sepagi ini bahkan sampai siang hari ini sudah tiga rumah dimasuki Bu Sinta dengan keluarganya dalam rangka berlebaran. Anak-anak Bu Sinta yang berjumlah 4 orang sudah mulai terlihat lelah, walaupun dibalik matanya terdapat senyum berbinar dan masing-masing anak nampak menunjukkan sikap yang manis di hari raya Idul Fitri ini.
Hari pertama Idul Fitri nampak sebagai hari keluarga. Semua anak ikut apa kata orang tuanya dan ikut pergi kemana saja yang diinginkan orang tuanya tanpa membantah. Subhanallah, kenapa spesial menurut saya, karena terlihat kumpulan manusia dengan keluarganya berpakaian indah dan rapih berjalan hilir mudik tidak mengenal lelah dengan kegembiraan yang tidak terlukiskan, lalu mengunjungi keluarga, sahabat dan kerabat dan semua anak nampak bersikap santun dan duduk tenang.  Padahal di waktu yang lain jarang sekali anak-anak melakukan hal itu, yaitu mau diajak bepergian mengunjungi sanak saudara yang dekat maupun yang jauh, yang baru dikenal maupun sudah lama kenal, dan semua terlihat tersenyum bahagia. Kalimat-kalimat yang ramah dan manis terdengar dimana-mana, disela-sela makan yang menyenangkan hati siapa saja, dan pada hari itu  istilah diet tabu dikumandangkan siapa saja baik ayah, ibu dan anak-anak semua bergembira.

Senin, 15 Agustus 2011

Lima Pola Asuh Baru untuk Perkembangan Anak

SETIAP orangtua tentu menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya. Hal itu dapat dicapai dengan menerapkan pola pengasuhan positif terhadap buah hati mereka.

Di Amerika Serikat, berkembang sebuah kampanye 'five-a-day' untuk perkembangan anak, yang berasal dari sebuah wadah pemikir bernama Centre Forum. Kampanye itu berisi lima hal penting yang harus dilakukan setiap orangtua terhadap anak-anaknya, yaitu:

Membaca untuk anak selama 15 menit
Otak anak-anak mempelajari bahasa jauh lebih mudah pada tahun-tahun awal. Selain itu, paparan kata-kata yang berbeda sebanyak mungkin juga membantu membangun kosakata mereka.

Bermain di lantai bersama anak selama 10 menit
Bayi biasanya berusaha berinteraksi melalui ocehan dan gerak tubuh. Orangtua harus mendorongnya dengan bermain pada tingkat fisik mereka, yaitu di lantai.

Rabu, 03 Agustus 2011

Ketika Zahra Kecil Ingin Menjadi Sebuah Laptop

“Mana mama..?” Bu Euis bertanya dengan lembut pada Zahra kecil yang manis berkerudung dengan renda indah namun nampak jelas bahwa kerudung itu terstrika dengan asal-asalan alias tidak licin. Namun kemanisan wajah Zahra yang berusia 7 tahun tidak mengurangi keinginan Bu Euis untuk menjawil pipinya sedikit.
Zahra memang anak yang manis, dan berperangai lembut, dia suka menyendiri dan bercakap-cakap sendiri entah dengan siapa di pojok kelas. Menurutnya di rumah juga bila semua orang sibuk, “aku sudah bisa mengajak semua benda becakap-cakap, ada pintu yang besar dan gagah dan melindungiku dengan tertutup kuat, ada juga tempat tidur berseprai putih yang membuatku nyaman dan selimut yang menutupiku dikala aku kedinginan. Selain itu ada juga boneka-boneka yang pastinya berbicara dan berdansa sendiri bila malam hari aku tidur, maka itu Bu Euis aku tidur cepat, seperti yang bu Euis sarankan, yaitu setelah sholat Isya, agar Zahra bisa memberi kesempatan bagi semua mainannya untuk bangun, main dan berkeliling ruangan ketika