Selasa, 06 Maret 2012

Anak Hobi Marah dan Menangis Keras Saat Minta Sesuatu

Anak Anda kerap menangis keras ketika meminta sesuatu? Lantas, Anda kebingungan dan mengabulkan semua keinginannya? Hmm, tampaknya Anda tidak sendiri. Banyak orangtua lain yang juga mengalami serupa. Masalahnya, apakah tepat solusi untuk mengabulkan semua keinginan anak?

Menurut psikolog Neny Widyana, keinginan memiliki sesuatu merupakan naluri setiap manusia, termasuk juga anak-anak. Usia TK (3-5 tahun) ketika mau sesuatu inginnya langsung dikabulkan. Kalau dilarang, mereka belum mengerti alasan-alasan yang konkret seperti harga yang mahal. 


Rabu, 15 Februari 2012

Anak Butuh Seorang Sahabat

Sebuah riset terbaru menunjukkan, kehadiran seorang sahabat ternyata dapat membantu setiap individu melupakan setiap pengalaman buruk yang pernah dialami, khususnya pada anak-anak.

Dalam sebuah riset yang dipublikasikan jurnal Developmental Psychology,  peneliti melibatkan sebanyak 55 anak laki-laki dan 48 perempuan dari kelas 5 dan 6 di Montreal Kanada. Para peneliti merekam perasaan dan pengalaman mereka dalam sebuah jurnal selama empat hari. Peneliti juga tidak lupa mengukur tingkat hormon kortisol (hormon stres) pada anak-anak yang dipantau melalui tes air liur secara teratur.


Rabu, 08 Februari 2012

Jangan Memukul, Bisa Picu Gangguan Emosi Anak

Memukul anak kerap dipakai sebagai cara orangtua untuk mendisiplinkan anaknya. Padahal memberikan hukuman fisik pada anak sebenarnya tidak dibenarkan karena berdampak jangka panjang pada perkembangan emosi anak.

Anak-anak yang kerap mendapat pukulan atau cubitan dari orangtuanya akan tumbuh dengan tingkat agresi yang tinggi terhadap orangtua, saudara, teman sebaya, atau pasangannya kelak. Ini karena anak-anak itu justru belajar bahwa tiap kali mereka marah atau kesal bisa diekspresikan dengan memukul.

"ABG" Aman Gunakan Jejaring Sosial

Menurut laporan American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, lebih dari 60 persen remaja di Amerika Serikat memiliki sedikitnya satu profil di situs jejaring sosial. Kebanyakan di antara mereka menghabiskan lebih dari dua jam sehari untuk berinteraksi di situs jejaring sosial.

Fenomena ini tampaknya tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Penggunaan situs pertemanan seperti Facebook sudah menjadi hal yang sangat lumrah di kalangan remaja. Bahkan, saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan India.


Selasa, 07 Februari 2012

Kiat Agar Anak Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Berusaha mencontoh perilaku Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu wujud bahwa kita mencintai dan menghormati Rasul Allah tersebut. Perilaku tersebut sudah semestinya dimulai sejak usia dini. Berikut ini tujuh kiat mengajarkan anak agar mengingat dan mencontoh perilaku Rasulullah.


1. Satu Kebaikan Sehari
Membiasakan anak melakukan satu perbuatan baik dalam satu hari merupakan langkah awal untuk memulai hari. Mulai dengan hal kecil, misalnya tersenyum saat bertemu dengan kerabat. Jika ini dilakukan setiap hari akan membiasakan anak terhadap perbuatan baik seperti yang dilakukan Rasulullah. Orangtua dituntut untuk kreatif dalam hal ini. Bisa juga meminta anak untuk membantu tetangga. Jika anak sudah terbiasa, tingkatkan dengan 'dua kebaikan dalam sehari' dan seterusnya.

Senin, 06 Februari 2012

Pusing Ketika Belajar Matematika

Assalamu’alaikum
Mam Fifi, kadang-kadang jika saya sedang belajar matematika dikelas, saya suka pusing karena menghitung dan menjumlahkannya terlalu sulit. Saya selalu pusing akan hal ini, tapi kadang-kadang saya juga takut jika hasil saya sedang diperiksa atau sewaktu saya disuruh maju kedepan untuk menyelesaikan masalah dinomor manapun yang disuruh ibu guru. Saya ingin minta tips yang tepat, agar saya tidak takut dan tidak pusing lagi jika belajar dikelas.
Sekian dan terima kasih.
Mutiara Qhonita Sa’diyah (Tia)

Ingin Menjauhkan Anak dari Penyakit, Berilah Kasih Sayang Ibu

Tidak ada cinta yang tulus dan abadi selain kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Bahkan, sebuah riset teranyar menunjukkan, cinta seorang ibu kepada anak dapat mencegah penyakit hingga anak menginjak usia dewasa.

Kesimpulan ini diambil setelah peneliti menemukan bukti bahwa ada beberapa anak yang hidup di daerah miskin, namun tidak menderita penyakit kronis ketika beranjak dewasa. Padahal menurut peneliti, anak-anak itu seharusnya memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai penyakit kronis.


Jumat, 03 Februari 2012

Anak Sering Tidak Masuk Sekolah

Kami mempunyai 2 orang putra, yang satu umur 9 tahun dan yang kedua umur 7 tahun, anak kami yang pertama sekolah kelas 4, masalah yang kami hadapi anak kami yang pertama, hampir sudah 2 bulan ini anak kami tidak masuk sekolah sampai kami orang tua murid di panggil oleh wali kelasnya. Kami sudah berulang kali menanyakan sebab nya tidak sekolah, terkadang bila kami nasehati dia marah-marah dan selalu banyak alasan yang dia buat. Sampai-sampai kami dibuat pusing olehnya, terkadang kami marahi anak kami, hingga sampai saat ini anak kami tidak mau sekolah. Sebelumnya sikap dan kelakuan anak kami tidak seperti ini, sejak anak kami duduk dikelas 4 tidak banyak perubahan, nilai pelajaran tambah menurun dan sering berbohong. Mama fifi minta tolong nasehati bijak dari mama Fifi, apa yang harus kami lakukan..? saya berharap agar anak kami ada semangat untuk kesekolah dan tidak berbohong.

Terima kasih
Syinda T.

Jangan Bangga Dulu Kalau Anak TK Jago Komputer, Berdampak Negatif, Lho

Mengajari anak memakai komputer, internet, atau ponsel, ternyata tidak selamanya baik. Ada kecenderungan, anak-anak yang lebih dini mengenal kecanggihan teknologi komunikasi ini akan punya kemampuan dan keterampilan sosial dan empati yang lebih rendah.

Kamis, 02 Februari 2012

Membina Rumah Tanpa Teriakan

“Memang cuma kamu saja yang boleh berteriak, kalau aku yang berteriak kamu bilang aku berisik,“ ucap bu Anto membalas amarah suaminya dengan berteriak. Anak-anak pun lalu menutup telinga mereka. Pemandangan yang biasa terjadi dimana suami dan istri dirumah itu berteriak membuat anak-anaknya sampai berpikir, apakah ibu masih sayang pada ayah, apakah ayah mencintai ibu? lalu mengapa mereka berdua tidak bisa rukun.

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah. Saya lihat ini berlangsung sejak dia TK, sekarang malah sudah kelas 4 SD. Dia tidak bodoh, bahkan untuk matematika sering mendapat nilai 100 tapi dia malas membaca & menulis. Sebentar aja menulis katanya sudah capek. Kalau mendapat PR, saya yang setengah mati mendorong dia agar mau menyelesaikan. Setiap pagi saya kesulitan membangunkan dia, kadang saya sampai kesal dan menangis karena saya tidak dapat membuat dia sadar ke sekolah tanpa disuruh. Padahal usianya sudah hampir 10 thn. Saya sudah ke psikolog, tapi anak saya masih tetap sama, seperti tidak tertarik ke sekolah, tidak punya rasa bahwa “oh ya ini waktu sekolah, aku harus bangun..”
Bu tolong bantu kami. Terimakasih.
Wassalam
Ibu Lucky

Selasa, 13 September 2011

Ajarkan Anak Yang Dapat Ampaw Untuk Zakat

Pagi yang cerah dan rasa kantuk pun mulai menyerang. Sudah sepagi ini bahkan sampai siang hari ini sudah tiga rumah dimasuki Bu Sinta dengan keluarganya dalam rangka berlebaran. Anak-anak Bu Sinta yang berjumlah 4 orang sudah mulai terlihat lelah, walaupun dibalik matanya terdapat senyum berbinar dan masing-masing anak nampak menunjukkan sikap yang manis di hari raya Idul Fitri ini.
Hari pertama Idul Fitri nampak sebagai hari keluarga. Semua anak ikut apa kata orang tuanya dan ikut pergi kemana saja yang diinginkan orang tuanya tanpa membantah. Subhanallah, kenapa spesial menurut saya, karena terlihat kumpulan manusia dengan keluarganya berpakaian indah dan rapih berjalan hilir mudik tidak mengenal lelah dengan kegembiraan yang tidak terlukiskan, lalu mengunjungi keluarga, sahabat dan kerabat dan semua anak nampak bersikap santun dan duduk tenang.  Padahal di waktu yang lain jarang sekali anak-anak melakukan hal itu, yaitu mau diajak bepergian mengunjungi sanak saudara yang dekat maupun yang jauh, yang baru dikenal maupun sudah lama kenal, dan semua terlihat tersenyum bahagia. Kalimat-kalimat yang ramah dan manis terdengar dimana-mana, disela-sela makan yang menyenangkan hati siapa saja, dan pada hari itu  istilah diet tabu dikumandangkan siapa saja baik ayah, ibu dan anak-anak semua bergembira.

Senin, 15 Agustus 2011

Lima Pola Asuh Baru untuk Perkembangan Anak

SETIAP orangtua tentu menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya. Hal itu dapat dicapai dengan menerapkan pola pengasuhan positif terhadap buah hati mereka.

Di Amerika Serikat, berkembang sebuah kampanye 'five-a-day' untuk perkembangan anak, yang berasal dari sebuah wadah pemikir bernama Centre Forum. Kampanye itu berisi lima hal penting yang harus dilakukan setiap orangtua terhadap anak-anaknya, yaitu:

Membaca untuk anak selama 15 menit
Otak anak-anak mempelajari bahasa jauh lebih mudah pada tahun-tahun awal. Selain itu, paparan kata-kata yang berbeda sebanyak mungkin juga membantu membangun kosakata mereka.

Bermain di lantai bersama anak selama 10 menit
Bayi biasanya berusaha berinteraksi melalui ocehan dan gerak tubuh. Orangtua harus mendorongnya dengan bermain pada tingkat fisik mereka, yaitu di lantai.

Rabu, 03 Agustus 2011

Ketika Zahra Kecil Ingin Menjadi Sebuah Laptop

“Mana mama..?” Bu Euis bertanya dengan lembut pada Zahra kecil yang manis berkerudung dengan renda indah namun nampak jelas bahwa kerudung itu terstrika dengan asal-asalan alias tidak licin. Namun kemanisan wajah Zahra yang berusia 7 tahun tidak mengurangi keinginan Bu Euis untuk menjawil pipinya sedikit.
Zahra memang anak yang manis, dan berperangai lembut, dia suka menyendiri dan bercakap-cakap sendiri entah dengan siapa di pojok kelas. Menurutnya di rumah juga bila semua orang sibuk, “aku sudah bisa mengajak semua benda becakap-cakap, ada pintu yang besar dan gagah dan melindungiku dengan tertutup kuat, ada juga tempat tidur berseprai putih yang membuatku nyaman dan selimut yang menutupiku dikala aku kedinginan. Selain itu ada juga boneka-boneka yang pastinya berbicara dan berdansa sendiri bila malam hari aku tidur, maka itu Bu Euis aku tidur cepat, seperti yang bu Euis sarankan, yaitu setelah sholat Isya, agar Zahra bisa memberi kesempatan bagi semua mainannya untuk bangun, main dan berkeliling ruangan ketika

Jumat, 01 Juli 2011

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

“Malas ah sama Ayah, menuduh terus, Rina gak ikut ya bu, mau di rumah saja,” Jawab Rina malas ketika Ibu mengatakan bahwa liburan kali ini Ayah sudah punya acara akan mengajak anak-anak semua sekeluarga ke Jogja dan Bali Seminggu. “Haah…seminggu?! lama amat, gak ah, gak ikut, aku kan ada pertandingan bola antar kecamatan, aku juga sudah menyiapkan baju dan kalau aku gak ikut, gak enak dong sama teman-teman,’’ sergah Anto dengan wajah kesal, mendengar rencana Ayah tentang berlibur bersama keluarga ketika liburan tiba.
 
“Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bicara sama anak-anak, mereka gak menghargai apa yang sudah kita rencanakan,” Ibu merajuk di telpon pada Ayah.
 

Selasa, 21 Juni 2011

Cita-Citaku : Menjadi Anggota DPR

Hari Nasional biasanya di sekolah-sekolah menganjurkan anak-anak untuk memakai pakaian yang berbeda dengan judul occupation day. Pakaian yang digunakan biasanya menunjukkan latar belakang daerah masing-masing, dan juga ada beberapa anak yang menggunakan pakaian sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan ketika mereka sudah besar nanti. Walau yang sudah kita ketahui seringkali cita-cita kita waktu kecil berbeda total dengan pekerjaan kita ketika sudah dewasa.
Semua anak menunjukkan tangannya dengan yakin dan bangga, ketika sang guru disekolah menanyakan apa cita-cita mereka kalau sudah besar nanti. Walau sebetulnya mereka tidak paham, apa itu pekerjaan sang pilot, apa pekerjaan seorang nakhoda kapal, sulitnya pekerjaan menjadi prajurit, tentara, polisi, dan lain-lain.

Kamis, 09 Juni 2011

Guruku Sayang Yang Bau Bawang

“Assalamu’alaikum ustadz, maaf nih anak saya masuk sekolah jam 12.30, kalau tidak keberatan setelah ustadz mengajar ngaji anak saya, tolong dia diantar ke sekolahnya, kebetulan saya tidak bisa kesana, karena saya masih terjebak macet di depan pertigaan plaza bukit tinggi, jazakallah yaa usatdz.. terima kasih banyak, maaf merepotkan..” demikian pak Dedy meminta tolong pada sang ustadz yang merupakan guru ngaji anaknya dimana si anak memang setiap hari ikut kelas membaca Al Quran di sebuah rumah di samping masjid Al muhajirin. Sang ustadz memang terkenal di komplek rumah mereka dan anak-anak yang mengaji di rumahnya selalu senang karena ustadznya baik sekali, tidak pernah marah dan di depan rumah ustadz ada pohon jambu yang bila berbuah semua anak boleh memanjat pohon dan makan jambu sepuasnya. Jambunya manis dan ustadz tidak marah bila anak-anak makan jambu dan tidak mengaji lagi karena sakit perut. Dengan lembut ustadz biasanya mengganti sesi membaca iqro dengan bercerita mengenai kisah perjuangan para sahabat, dan cerita ustadz sungguh memukau. Rasanya waktu cepat berlalu bila ustadz sudah mulai dengan ceritanya yang membawa anak-anak seakan-akan hidup pada zaman para sahabat nabi dan bertemu langsung dengan mereka. Subhanallah..
      

Anak-anak hasil didikan Ustadzah Yoyoh

“Abi, ini perjalanan umi yang terakhir,“ demikian ungkapan Ustadzah Yoyoh pada suaminya yang  tercinta Ustadz Budi Darmawan  yang kemudian dijawab, ”istighfar mi.“ Lalu Ustadzah Yoyoh berisitighfar dan kemudian mengucapkan kalimah syahadat… sesaat sebelum ambulance dari RS Mitra Keluarga Plumbon Cirebon datang dan tak lama kemudian Ustadzah Yoyoh, ibu yang solihat dari 13 anaknya menghembuskan nafas yang terakhir, meninggalkan anak-anaknya dalam cinta pada Ilahi Robbi. Beliau yakin anaknya ada yang mengasuh dan beliau yakin bahwa anaknya akan ada dalam genggaman sang pencipta yang maha pengasih  lagi maha penyayang (surah Al Fatihah : 3).
      

Kamis, 12 Mei 2011

Televisi Sebagai Guru

  “Ayoo Dina, coba lihat sini..” seorang ibu dengan sangat lembutnya mencoba untuk mengalihkan perhatian anaknya pada televisi dan mengajak sang anak bermain bola di luar rumah. Namun anak perempuan kecil yang berusia 3 tahun, dengan kuncir dirambutnya dan pipi merah meronanya hanya menggeleng dan berusaha menjauhkan dirinya dari sang ibu yang terus berusaha mengajak sang anak dengan setengah memaksa, lalu, “akhh anak ini, nonton televisi melulu, “ gumam sang ibu. “ Noooo, I don’t want, go, go, goo..” teriak sang anak dengan bahasa Inggris yang cukup fasih.
        

Perlukah Mengajar Anak Membeli Jeruk

Biasanya ini terjadi di masyarakat perkotaan, anak berusia 15 tahun pandai mengarang, menghitung dan juara kelas pula, serta diikutkan oleh ayah dan ibunya les ini itu. Seringkali pula ia menjadi kebanggan orang tua dalam pertemuan keluarga maupun pertemuan dikalangan bisnis sang ayah karena sang anak tampan rupawan, bersih dan santun serta dibanggakan sebagai juara kelas di sekolahnya sehingga mengundang pujian dan membanggakan keluarga. Namun ada satu yang terlupa, kehidupan yang dibawa dan diajarkan tidak mengarahkan anak untuk mahir dalam melakukan hal-hal yang seringkali tidak terpikir oleh seorang ayah atau ibu dalam mendidik anaknya, yaitu membeli jeruk.