Kamis, 02 September 2010

Mudik Aman Bersama Bayi

PULANG kampung, rutinitas saat Lebaran. Tak peduli jaraknya jauh dan waktu tempuhnya lama, pasti diusahakan. Bahkan tak jarang, bayi yang usianya kurang setahun pun dibawa serta.

Seperti yang dilakukan Devi Indrayana (29), ibu dari Argianno Aprilio (10 bulan). Rencananya, ia akan mudik dengan kereta api Jakarta-Solo bersama suami dan putranya itu. “Pasti nanti Eyang putri dan Eyang kakungnya senang lihat cucu pertama mereka,” alasnya.

Mudik sekali setahun ini memang ditunggu-tunggu. Perjalanan pun bisa ditempuh lewat jalur darat, laut atau udara. Moda transportasi yang umumnya digunakan adalah mobil, kereta api, sepeda motor, kapal laut dan pesawat. Nah, agar mudik bersama si kecil aman, simak tip istimewa dari dr Herbowo AF Soetomenggolo SpA dari RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta berikut ini!

Anak Diejek Temannya

text TEXT SIZE :  
Share
Bagi anak, ejekan bisa memberikan dampak negatif. (Foto: Google)
EJEKAN memang kadang menyakitkan. Itu pula yang terjadi saat anak diejek temannya. Bagaimana Anda membantu anak kuat dan tahan menghadapi ejekan tersebut?

Bodoh, gendut, jelek mungkin ejekan yang sering dilontarkan oleh anak usil terhadap anak yang memiliki kekurangan, dan itu bisa saja terjadi pada siapa saja, termasuk anak kita. Dikatakan ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Internasional Omni Alam Sutera Tangerang, dr Kresno Mulyadi SpKJ, anak yang suka diejek akan memberikan dampak yang negatif terhadap dirinya. ”Ejekan berkaitan dengan harga diri atau kiprah diri anak,” tandas psikiater lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga ini.

Anak yang sering diejek akan mengalami tekanan yang berdampak pada kesehatan kejiwaannya. Salah satu dampaknya adalah pembangunan identitas yang menjadi tidak optimal. Selain itu, ejekan yang berulang-ulang akan membuat anak mendapatkan sugesti dan berpikir bahwa ejekan tersebut benar adanya.

Jangan Abaikan Kebutuhan DHA Anak

SUDAHKAH ibu mencukupi kebutuhan bayi akan DHA? Pasalnya, hasil penelitian menunjukkan pemberian DHA yang tepat dapat menambah perkembangan kecerdasan bayi. DHA bahkan penting dikonsumsi saat hamil.

DDocosahexaenoic acid atau dikenal dengan sebutan DHA adalah asam lemak esensial Omega-3. Peran DHA sangat penting bagi pertumbuhan bayi dan anak. DHA dalam nutrisi balita misalnya, dilaporkan dapat menambah perkembangan kecerdasan pada anak. DHA pun diakui sebagai nutrisi yang penting untuk sistem penglihatan dan syaraf dari berbagai penelitian.

Beberapa ahli menyetujui bahwa DHA terutama bila dikombinasikan dengan AA (Asam Arakhidonat), dapat meningkatkan perkembangan visual dan kognitif secara cukup berarti.