Kamis, 09 Juni 2011

Anak-anak hasil didikan Ustadzah Yoyoh

“Abi, ini perjalanan umi yang terakhir,“ demikian ungkapan Ustadzah Yoyoh pada suaminya yang  tercinta Ustadz Budi Darmawan  yang kemudian dijawab, ”istighfar mi.“ Lalu Ustadzah Yoyoh berisitighfar dan kemudian mengucapkan kalimah syahadat… sesaat sebelum ambulance dari RS Mitra Keluarga Plumbon Cirebon datang dan tak lama kemudian Ustadzah Yoyoh, ibu yang solihat dari 13 anaknya menghembuskan nafas yang terakhir, meninggalkan anak-anaknya dalam cinta pada Ilahi Robbi. Beliau yakin anaknya ada yang mengasuh dan beliau yakin bahwa anaknya akan ada dalam genggaman sang pencipta yang maha pengasih  lagi maha penyayang (surah Al Fatihah : 3).
      

Kamis, 12 Mei 2011

Televisi Sebagai Guru

  “Ayoo Dina, coba lihat sini..” seorang ibu dengan sangat lembutnya mencoba untuk mengalihkan perhatian anaknya pada televisi dan mengajak sang anak bermain bola di luar rumah. Namun anak perempuan kecil yang berusia 3 tahun, dengan kuncir dirambutnya dan pipi merah meronanya hanya menggeleng dan berusaha menjauhkan dirinya dari sang ibu yang terus berusaha mengajak sang anak dengan setengah memaksa, lalu, “akhh anak ini, nonton televisi melulu, “ gumam sang ibu. “ Noooo, I don’t want, go, go, goo..” teriak sang anak dengan bahasa Inggris yang cukup fasih.
        

Perlukah Mengajar Anak Membeli Jeruk

Biasanya ini terjadi di masyarakat perkotaan, anak berusia 15 tahun pandai mengarang, menghitung dan juara kelas pula, serta diikutkan oleh ayah dan ibunya les ini itu. Seringkali pula ia menjadi kebanggan orang tua dalam pertemuan keluarga maupun pertemuan dikalangan bisnis sang ayah karena sang anak tampan rupawan, bersih dan santun serta dibanggakan sebagai juara kelas di sekolahnya sehingga mengundang pujian dan membanggakan keluarga. Namun ada satu yang terlupa, kehidupan yang dibawa dan diajarkan tidak mengarahkan anak untuk mahir dalam melakukan hal-hal yang seringkali tidak terpikir oleh seorang ayah atau ibu dalam mendidik anaknya, yaitu membeli jeruk.