Kamis, 14 Oktober 2010

Cara Menyimpan Mainan

Kamu tahu, dahulu ada sebuah kisah seorang anak yang memiliki orangtua yang miskin. Anak tersebut saudaranya ada 7 orang dan semuanya rajin belajar, dan sang ayah yang hanya bekerja sebagai tukang sol sepatu, mengutamakan anak-anaknya untuk bersekolah dan mencukupi kebutuhan sekolah anaknya apapun yang anaknya inginkan, seperti buku, sepatu sekolah, pensil, rautan, folder, apa saja yang diminta dan dibutuhkan anaknya pasti dia kabulkan walau sang ayah membanting tulang dan bekerja siang malam.
     Ayahpun percaya dan berharap bahwa jika anak-anak dapat bersekolah dan memiliki pendidikan yang layak, baik dan terarah maka akan menjadi orang yang sukses dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Jadi bagi ayah walau harus kerja keras siang malam, ayah bersedia mencari uang untuk kepentingan sekolah anak-anaknya dan tentunya dengan cara yang halal, karena ayah yakin mencari rizki yang halal adalah salah satu ikhtiar untuk mencapai cita-cita anak-anaknya.
     Namun tibalah hari ulangtahun sang anak yang ke-7, Tiara, memang dalam keluarga tersebut tidak dikenal ulangtahun. Tetapi disekolah Tiara, semua anak yang berulangtahun pasti mendapat hadiah. Dengan menahan iri, Tiara diam saja dan menyadari, usiaku berapapun ayah pasti tidak mampu membelikan mainan dan menurutnya tidak perlu.
      Dihari ulang tahunnya, Tiara hanya dapat melamun dan berdiam diri sambil menunggu hari berlalu seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada yang special meski ini adalah hari ulang tahunnya. Tetapi ketika ayah pulang, sebuah kejutan besar diberikan sang ayah.
Ayah pulang membawa banyak kotak mainan yang masih ada dalam boxnya. Ternyata salah seorang pelanggan ayah yang sudah besar umurnya sudah masuk usia 21 tahun dan tengah kuliah merasa sudah tidak memerlukan mainan-mainannya lagi yang ia simpan dari kecil dan memberikannya kepada ayah. Meski bekas, namun mainan-mainan yang ada masih dalam kondisi yang baik dan itu adalah hadiah terindah bagi Tiara. Jadi…bila kamu punya mainan ada baiknya dirawat dan jika sudah bosan disimpan baik-baik, siapatahu suatu saat bisa diberikan kepada anak lain yang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar