Kamis, 17 Juni 2010

Bagaimana Sekolah Umum untuk Anak Disleksia

Assalammu'alaikum, Bu Namih.
Adik saya saat ini duduk di kelas 6 SD. Sejak awal, keluarga kami sudah menyadari bahwa dia mengalami disleksia. Namun, karena tidak ada pilihan sekolah khusus untuknya di kota kami, maka dia kami masukkan ke SD umum. Syukurlah siswa di SD tersebut sedikit, dan guru-gurunya mau memahami dan menyediakan waktu ekstra untuk membimbing adik saya. Namun saat ini sudah menjelang kelulusannya. Ibu saya bermaksud untuk memasukkannya ke SMP umum saja. Tapi saya khawatir jika dia masuk ke SMP umum, dia tidak mampu mengikuti pelajaran yang diberikan. Selain itu, selama ini dia tidak melawan bila dijahili oleh teman-teman SD nya. Saya takut bila dia masuk ke SMP biasa, dia akan di-bully oleh kawan-kawannya. Di sisi lain, kami tidak mengetahui keberadaan sekolah khusus untuk anak-anak seperti dia.
Saya menyarankan kepada Ibu saya agar adik saya dididik secara homeschooling saja. Tapi, apakah lazim homeschooling untuk usia SMP ? Jika bisa, lalu dimana kami bisa mendapatkan materinya ? Jika tidak mungkin homeschooling, lalu tindakan apa yang sebaiknya kami lakukan ?
Binti Afif



Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.
Binti Afif yang shalehah.................
Disleksia adalah kesulitan membaca yang disebabkan oleh kelainan neurologis. Gejalanya seperti : kemampuan membaca si anak berada di bawah kemampuan yang semestinya dengan mempertimbangkan tingkat intelegensi, usia dan pendidikannya.
Adapun ciri-cirinya adalah :
  1. Tidak dapat mengucapkan irama kata-kata secara benar dan proporsional.
  2. Kesulitan dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata.
  3. Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi sebuah kata.
  4. Sulit mengeja secara benar kata atau suku kata.
  5. Membaca suatu kata dengan benar di halaman satu dan salah di halaman lainnya.
  6. Sulit memahami apa yang dibaca.
  7. Rancu terhadap kata-kata yang singkat, misalnya : ke, dari, dan, jadi. Dan lainnya.
Sedangkan untuk menentukan apakah anak disleksia bersekolah di sekolah umum atau homeschooling bisa dilihat dari tipe disleksianya. Karena perlu diperhatikan dulu apakah ananda termasuk tipe disleksia dari 4 (empat)  tipe di bawah ini :
  1. Disleksia yang bermasalah dengan kemampuan mengingat jangka pendeknya.
  2. Disleksia dengan kemampuan mengingat yang baik.
  3. Disleksia dengan kemampuan matematis yang baik.
  4. Disleksia dengan kemampuan matematis yang parah
Setelah mba atau orang tua mengetahui tipe disleksia mana yang diderita ananda. Barulah bisa menentukan akan bersekolah dimana. Tetapi untuk menyekolahkan ananda di sekolah umum pun menurut saya cukup bijak. Karena ananda akan menerima masukan dan pengalaman dari teman-teman dan guru-gurunya.
Selain itu, ananda pun belajar hidup layaknya anak-anak normal yang lain yaitu : bersosialisasi, sharing, memahami aturan dan lainnya. Dengan demikian ananda diharapkan bisa mengembangkan diri dan mempunyai kesempatan untuk menumbuhkan potensi yang dimilikinya. Sehingga bagi keluarga pun berdampak positif yaitu bisa menerima segala kekurangan yang ada pada ananda dan selalu dapat berfikir dan berharap yang positif untuk ananda.
Yang perlu diperhatikan apabila bersekolah umum adalah sekolah tersebut menerapkan sistem inklusi (menerima anak berkebutuhan khusus). Sehingga kebutuhan pendidikan ananda dapat dilayani dengan baik. Jika pun memilih homeschooling, orang tua hendaknya memenuhi beberapa syarat, antara lain :
  1. Menyayangi dan mencintai anak.
  2. Bersikap terbuka dan bersahabat dengan anak.
  3. Mempunyai kreatifitas yang tinggi.
  4. Memahami hak anak.
  5. Memiliki kemampuan dan kemauan membuat kurikulum dan program yang tepat untuk anak dengan memperhatikan standar kompetensi kurikulum nasional.
  6. Mampu memonitoring dan mengevaluasi program pembelajaran untuk anak.
Atau bisa juga dengan meminta bantuan lembaga penyelenggara homeschooling yang telah ada seperti : Homeschooling Kak Seto di Cirendeu Jak-Sel, Berkemas Ibu Yayah di Pasar Minggu atau Embun Homeschooling di Cibubur yang kebetulan saya kelola.
Karena bagaimanapun juga dengan melibatkan pihak lain akan memudahkan orang tua untuk memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan ananda. Demikianlah jawaban dari saya semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam bisshawab
Namih Al Faisal, S.Pd.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar