Kamis, 24 Juni 2010

Metode Mengembangkan Kecerdasan dengan Fun Learning

By : Suherna
Setiap anak Manusia memiliki potensi dinamis yang bersifat netral, dapat berpihak kepada kebenaran ataupun kepada keburukan, bisa untuk membangun bisa juga untuk menghancurkan. Jika kita menginginkan kemampuan dan kecerdasan anak kita berkembang maka arahkanlah dia pada kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan kecerdasan serta membantunya untuk berpikir secara ilmiah, sistematis, serta memiliki daya inovasi tinggi. Diantara kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :


1. Permainan.

Anak kecil, hingga umur tujuh tahun, mungkin menyalurkan sebagian besar potensinya untuk bermain. Nah, permainan adalah lahan yang luas untuk mendidik, mengarahkan, dan mengembangkan talenta (bakat) dan kemampuan dengan syarat mencegahnya dari bentuk permainan yang dapat menimbulkan bahaya dan kebiasan buruk. Ada permaian tertentu yang dapat memberikan peluang kepada mereka untuk menumbuhkan imajinasi, serta melatih mengkonsentrasikan perhatian, mengarahkan kemampuan otak untuk mengambil kesimpulan, berargumentasi, berhati-hati dan mencari alternatif dari banyak asumsi.
Permainan imajinatif merupakan salah satu sarana untuk merangsang kecerdasan anak. Imajinatif anak akan muncul saat memainkan peran tertentu dalam permainan itu. Misalnya, ia menjadikan binatang atau benda tertentu sebagai kawan, atau juga mengenai permainan rakyat, ia mempunyai peranan yang penting alam mengembangkan dan merangsang kecerdasan anak-anak. Melalui permainan itu, kecerdasan psikologis dan sosial si anak akan terpuaskan, Ia juga dilatih untuk terbiasa bekerja sama.

2. Cerita dan buku-buku fiksi ilmiah.

Pengembangan berpikir anak merupakan langkah penting untuk menumbuhkan kecerdasannya. Buku-buku ilmiah akan membantu mengembangkan kecerdasan itu. Aktivitas ini dapat membimbing anak untuk berpikir secara ilmiah dan sistematis. Pada gilirannya, hal itu akan membantu menumbuhkan kecerdasan dan kreativitasnya serta mengembangkan kemampuan akalnya. Termasuk menanamkan benih kecerdasan, inovasi dan kreativitas pada akal anak adalah menceritakan cerita-cerita fiktif yang dibingkai dengan akhlak, syaratnya kandungan ceritanya harus mudah dipahami, membangkitkan perhatian anak serta, menyentuh perasaan mereka. Guna menyeleksi kelayakannya sebaiknya orang tua harus membacanya terlebih dahulu sebelum diberikan kepada anak-anak.
Banyak cerita-cerita yang menanamkan cara berpikir yang salah kepada anak dan bertentangan dengan watak manusia, seperti ultraman, superman dan sejenisnya yang mengakibatkan persepsi salah pada anak tentang masyarakat tempat dia hidup dan masyarakatnya. Hal tersebut dapat memicu munculnya sikap fanatik dan permusuhan dikalangan anak-anak. UNESCO menerbitkan laporan yang menegaskan munculnya pengaruh buruk yang diakibatkan oleh komik-komik semacam Ultraman, Superman, Batman dan yang sejenisnya yang tidak menimbulkan ide-ide baru serta tidak mempunyai landasan logika atau pijakan ilmiah. Masih banyak cerita yang bagus yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi anak-anak, seperti kisah para nabi, para sahabat, para pahlawan Islam, atau kisah yang bermuatan teka teki yang tidak bertentangan dengan akhlak dan kewajaran. Tujuannya sekali lagi adalah untuk meningkatkan kecerdasan mereka.

3. Lukisan dan hiasan.

Melukis dan membuat hiasan membantu menumbuhkan kecerdasan anak. Hal itu tercapai karena saat melukis atau membuat hiasan, si anak mengembangkan hobinya dan menemui akurasi yang dituntut oleh lukisan, disamping pula mengembangkan kemampuan berinovasi dengan cara mencari hubungan-hubungan antar bagian dan penyerasian sehingga hiasan itu menjadi indah.
Gambar yang dibuat oleh anak-anak akan menunjukkan fase pertumbuhan akalnya, khususnya daya imajinasinya, selain itu juga melukis merupakan hiburan dan latihan berkonsentrasi.

4. Drama anak-anak.

Drama atau teater anak-anak mempunyai peranan yang penting dalam menumbuhkan kecerdasan. Dalam permainan itu, si anak akan terlibat dalam mendengarkan kisah, menceritakan kisah serta memainkan peran didalamnya. Semua itu akan menumbuhkan kemampuan berpikir pada dirinya. Dengan bahasa yang digunakan misalnya, si anak akan mendapatkan pengayaan (enrichment) tentang cara berpikir yang variatif.
Teater juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak, permainan ini membantu anak untuk menampilkan imajinasinya. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang terlibat dalam teater disekolahnya mempunyai prestasi yang bagus, kemampuan bahasa yang baik, dan mampu bersosialisasi dengan masyarakat, selain memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi.

5. Olahraga serta ektrakurikuler.

Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan olah raga biasanya memiliki kemapuan akademik unggul serta tingkat kecerdasan yang tinggi, menghilangkan kemalasan, kejenuhan otak dan pada akhirnya mampu membangkitkan kecerdasan. Mereka biasanya memiliki pandangan positif terhadap kawan-kawan serta guru mereka. DR. Hamid Zahran dalam salah satu kajiannya menjelaskan hubungan olah raga dengan kecerdasan dan kreativitas. Menurutnya "Kreativitas terkait dengan sejumlah faktor, misalnya, tingkat ekonomi, sosial, karakter dan sejumlah aktivitas manusia, terutama olah raga. Sementara itu, menurut Dale ford, kreativitas bukan hanya ada dalam seni dan ilmu pengetahuan, melainkan dalam aktivitas manusia".

6. Menghapal Al qur'an.

Mengapa menghapal Qur'an, karena Al Qur'an menyeru kita untuk merenungkan dan memikirkan banyak hal, dari mulai penciptaan langit dan bumi, memikirkan tentang penciptaan manusia hingga penciptaan segala sesuatu yang ada disekitar kita agar iman kita bertambah dan berpadu dengan ilmu. Al qur'an menyeru manusia untuk berpikir, merenung dan menggunakan akal, supaya mereka mengenal kekuasaan Allah yang sangat agung dan mengenal alam raya tempat ia hidup. Semua itu akan mengantarkannya pada pengenalan akan Allah (ma'rifatullah) dengan sebaik-baik pengenalan. Allah juga membedakan orang yang berpikir dan mendayagunakan akal dengan orang selain mereka (yang tidak mendayagunakan nikmat allah). Allah berfirman : "Katakanlah, samakah orang yang buta dengan orang yang melihat. Tidakkah kamu sekalian berfikir ?" (QS : Al An'am, 6 : 50). Selain itu ada pula ajakan agar kita berfikir tentang kisah-kisah nyata yang Allah ceritakan. Firmannya : "Maka ceritakanlah tentang kisah-kisah itu agar mereka berfikir". (QS. Al A'raf, 7 : 176). Metode menghapal Al Qur'an juga menumbuhkan kemampuan berfikir cerdas (Thingking Skill), kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar