Kamis, 17 Juni 2010

Mengatasi Anak-anak Suka Berantem

Saya memiliki tiga orang anak laki-laki yang berumur 10 tahun, 8,5 dan 6,5 tahun. Karena mereka semua laki-laki dan usianya hampir sebaya, maka dalam sehari-hari mereka tidak pernah bermain dengan tetangga, sehingga kalo udah pulang sekolah mereka bermain di dalam rumah aja. Sebenarnya saya senang dengan kondisi ini karena saya bisa mengawasi permainan mereka. Tapi kalo mereka udah mulai jenuh dengan permainan, tidak jarang mereka terus bertengkar. Pertengkaran itu kadang berlebihan karena mereka udah menggunakan fisik. Menghadapi ini, saya kadang malah menjauh masuk kamar karena melihat aja saya udah pusing, akhirnya saya serahkan ama suami untuk mengatasinya. Masalahnya ketika saya coba untuk melerai si kecil ga terima dan malah memukuli saya. Inilah yang membuat saya sering sakit kepala dan juga sakit hati, hingga kadang saya menangis di depan anak-anak saya karena saya ga bisa mengatasinya. Terima kasih atas jawabannya, semoga ilmu Saudara yang bermanfaat dapat menjadi amal jariah yang akan terus mengalir sepanjang masa, amin.....  
nana



Jawaban

Assalamu'alaikum Wr. Wb,
Bunda Nana yang dirahmati Allah SWT,........
Mohon maaf sebesar-besarnya, pertanyaan bunda baru sempat saya balas karena beberapa kesibukan yang cukup menyita waktu.
Mengurus 3 (tiga) orang anak yang semuanya laki-laki memang tidak mudah, tetapi juga bukan berarti sulit. Apalagi anak laki-laki bunda yang pertama sudah berusia 10 tahun, sehingga lebih mudah untuk diberi pengarahan atau pengertian dengan cara-cara yang lembut dan dengan gaya atau pun kekhasan layaknya seorang teman. Karena dalam hal ini bunda bisa memposisikan diri sebagai patner bagi si sulung. Dimana umumnya anak pertama biasanya sangat senang jika orang tuanya memberikannya kepercayaan dan tanggung jawab dalam membantu mengarahkan adik-adiknya.
Adapun reaksi jenuh yang ditampilkan anak memang terkadang bisa berupa marah yang impulsif atau agresif dengan langsung ditujukan kepada orang yang ada di dekatnya, binatang atau objek lainnya. Bisa dalam bentuk memukul, menendang, menggigit, mendorong dan lainnya. Meskipun bunda sebutkan anak-anak lebih sering bermain di rumah karena usianya hampir sebaya, bukan berarti anak-anak sudah cukup puas dan fun dengan hanya bermain di dalam rumah dan dengan saudaranya saja.
Anak adalah tetap anak yang butuh fasilitas bermain baik indoor (dalam ruangan) maupun outdoor (di luar ruangan). Sehingga energi anak tersalurkan dengan optimal. Pertengkaran yang timbul ketika mereka jenuh adalah bentuk dari reaksi terhadap rasa frustasi atau keinginan yang tidak terpenuhi, dan itu merupakan hal yang sangat memicu munculnya pertengkaran tersebut.
Penyebab munculnya pertengkaran atau marah pada anak diantaranya adalah terhambat melakukan sesuatu. Hambatan bisa berasal dari dirinya (ketidak mampuan)atau dari orang lain (larangan), perasaan tidak nyaman dan mainan atau miliknya direbut. Oleh karenanya cobalah bunda berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain di luar dengan teman-temannya yang lain. Ajak mereka untuk belajar bersosialisasi dengan mencoba berbagai permainan bersama teman-temannya. Biarkan mereka merasakan riangnya bermain sepak bola atau permainan lainnya dengan teman-teman mereka.
Oke selamat mencoba ya.....bunda.
Wallahu a'lam bisshawab,
Namih AlFaisal, S. Pd.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar